Jumat, Februari 06, 2015

EBONY and IVORY

Pagi ini, saat berangkat kerja, sebuah lagu lawas milik Paul Mc Carney kudengarkan dari sebuah radio. Judulnya Ebony and Ivory. Lagu ini sangat hits dijamannya. Sangking hitnya saya sangat menghafal bait-baitnya. Teringat juga dalam sebuah meeting bahasa Inggris saat kuliah dulu, kita pernah mengkaji makna bait-bait lagu ini. Selain asik didengarkan musiknya, sebenarnya makna bait-bait lagu ini sangat dalam. Padahal lagu ini hanya terdiri dari 2 bait saja, dan diulangi hingga 2 kali.

Awalnya teks lagunya nya begini: 
“Ebony and ivory live together in perfect harmony
Side by side on my piano keyboard, oh Lord, why don't we?”

 (Sumber gambar :Google)

Ebony itu artinya  kayu yang warnanya hitam, sementara  Ivory itu artinya  gading gajah. Nah gading gajah itu biasanya berwarna antara putih dan krem. Jadi tidak benar-benar putih. Kedua warna ini sangat kontras disandingkan sebagai tuts-tuts pada piano. Paul mengatakan keduanya hidup bersama berdampingan pada pianoku. Makna denotasinya, seperti itu. Jika kita lihat makna konotasinya (makna mendalam) pada kalimat itu adalah berhubungan dengan RAS (Rasial, Agama dan Suku). Paul mencoba mengangkat soal perbedaan warna kulit putih dan hitam yang pada tahun 80 an menjadi isu penting di Eropah. Orang-orang kulit hitam (Negro) dianggap sebagai kaum marginal. Sehingga Paul berpendapat Ebony dan Ivory yang ada pada piano, jika dimainkan bersamaan maka akan menghasilkan harmoni nada yang sempurna dan enak didengar. Mengapa kita tidak bisa hidup seperti itu? Artinya meskipun kita berbeda (tidak saja soal warna kulit) tapi juga berbeda suku, dan agama, maka selayaknya kita bisa hidup berdampingan satu sama lain dengan damai.

“We all know that people are the same where ever we go
There is good and bad in ev'ryone,
We learn to live, we learn to give
Each other what we need to survive together alive.”

Benar sekali, filosofi-nya manusia itu kemanapun kita pergi, bahkan sampai di ujung dunia yang namanya manusia pastilah memiliki dua sisi yaitu sisi baik dan juga sisi buruk. Sudah memang tercipta seperti itu. Namun disitulah sebenarnya inti hidup yang harus kita usahakan bersama, untuk saling memberi satu sama lain apa yang kita butuhkan supaya kita bisa bertahan bersama dalam hidup ini. Lihat saja dalam sebuah tuts piano, tidak pernah ada tuts yang warnanya putih saja atau sebaliknya warna hitam saja (kecuali pemiliknya mencat hitam semuanya atau putih semuanya :) ). Tuts piano terdiri dari 88 tuts, 36 tuts hitam dan 52 tuts putih. Tuts putih berfungsi untuk memainkan nada–nada pokok/asli sedangkan tuts hitam berfungsi untuk memainkan nada–nada kromatis. Artinya apa? Tuts putih tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa tuts hitam. Begitu pula sebaliknya. (Mungkin bisa sih...tapi tidak akan semerdu jika dimainkan secara bersama). Masing-masing tuts punya kelebihan dan kekurangan. Namun jika disatukan dalam sebuah permainan piano, justru akan menghasilkan irama yang sangat indah.

Paul McCartney sendiri menuliskan lagu itu karena terinspirasi dengan oleh perkataan Spike Milligan yang mengatakan bahwa "black notes, white notes, and you need to play the two to make harmony, folks!" yang artinya not hitam, not putih, dan kamu perlu memainkannya untuk menciptakan harmoni, sobat! Namun beberapa sumber mengatakan bahwa kalimat-kalimat bermakna seperti itu sebenarnya sudah popular pada tahun 1920-an oleh James Aggrey yang ikut mengilhami pembuatan judul jurnal pan-Afrika, yaitu 'The Keys'. Yang menarik lagi karena lagu yang dirilis tahun 1982 dan dinyanyikan sendiri oleh Paul McCartney dan juga menggandeng Stevie Wonder (penyanyi tuna netra dan berkulit hitam). Sepertinya Paul juga hendak menunjukkan dia mampu juga bekerjasama dengan penyanyi yang berbeda ras dengannya. Lagu tersebut menempati posisi puncak tangga lagu di Britania Raya dan Amerika Serikat tahun yang sama lagu itu dirilis.


Terlepas dari kejayaan lagu itu dimasanya, biarlah makna lagunya bisa tetap abadi. Dimana meski kita berbeda (ras, agama dan suku) namun kita bisa tetap hidup berdampingan dengan damai, saling beriringan, saling menghormati, saling menghargai, saling bertoleransi sehingga bisa menghasilkan harmoni yang sempurna dan indah dalam hidup ini….like Ebony and Ivory ! (ij)



Kamis, Februari 05, 2015

Pusing, Nontonnya Pak !

Sumpah, melihat kondisi perseteruan antara KPK vs Polisi yang disiarkan di televisi, media online, media sosial, percakapan di warung kopi, membuatku miris. Kok bisa separah ini yang kondisinya? Teringat waktu Cicak vs Buaya jilid satu dan dua 'meletus' beberapa tahun lalu, meski juga heboh namun bisa dikatakan tidak separah dan selama ini tanyangannya di media massa. Kalau dulu hanya satu perkara saja, tapi kini, satu peristiwa melahirkan peristiwa baru, sambung menyambung menjadi satu dan lamaaaaa....!
(Sumber gambar: Waspada.co.id)
Dalam sebuah percakapan dengan teman, saya mengatakan bahwa tidak menyangka, kasus ini bakal seheboh ini di era presiden baru. Menurutku kejadian ini sangat heboh dibanding peristiwa yang sama beberapa tahun lalu saat SBY masih berkuasa. Harapan akan presiden baru dapat menyelesaikan masalah ini, sepertinya masih belum kelihatan drastis. Walaupun saya tahu Mr. Presiden juga pasti lagi pusing dengan masalah ini.

Hal lain yang selalu membuatku bertanya, kok bisa ya masalah ini seakan lama terselesaikan, padahal sudah banyak pihak yang dipanggil, sudah ada tim yang dibentuk untuk menyelesaikan perselisihan ini. Tapi proses penyelesaian seakan belum juga diputuskan. Padahal media massa sudah menyiarkan berkali-kali pendapat dari pakar ini itu, di media sosial juga sudah ramai bergeliat opini-opini menurut ini itu. Jujur kita bingung dibuatnya. Bingung sebenarnya yang terjadi ini apa?karena apa?Tapi butuh waktu dan butuh intelejen independen untuk bisa menjawabnya. Hehehe...soalnya hari begini siapa lagi yang bakal dipercaya di negeri ini? Kecuali Sang Khalik

Ada anggapan peristiwa ini sebagai pelemahan KPK, ada juga yang mengatakan bahwa KPK bukan dewa, sekarang saatnya masyarakat menilai siapa KPK sesungguhnya.Selama ini polisi selalu dicitrakan sebagai pihak yang tidak benar. Untuk yang terakhir ini, sepertinya masih tetap kebanyakan masyarakat berpendapat seperti itu, walau jujur saja, tidak semua orang yang berprofesi itu seperti yang dicitrakan.

Tapi apapun itu, sebagai rakyat jelata, mohon sangat perselisihan ini bisa diselesaikan, tentu atas inisiatif pihak yang bisa menyelesaikannya (Mr. Presiden). Pusing nontonnya Pak! Pusing lihat tayangan televisi itu-itu saja, padahal masalah bangsa ini bukan cuma itu....iya kan?

#MasihNontonKisruhItu;(

Senin, Februari 02, 2015

Cintai Pekerjaan,Menyelamlah di Dalamnya, Konsisten dan Ikhlas dengan itu !

Sungguh, kaget mendengar dan melihat hasil evaluasi kerja disampaikan oleh bagian HRD kepadaku. Aku dinyatakan sebagai karyawan dengan nilai evaluasi tertinggi? Masak iya sih?Seorang Kaka bisa meraih itu? Padahal jujur tidak pernah ada target sebegitu dasyatnya. Bagiku yang terpenting bisa capai target sesuai yang ditetapkan di awal tahun, kalo pun hasilnya lebih...itu bonuslah. Tapi tak mengapa, yang penting aku sudah bekerja semaksimal mungkin.

Bicara tentang target kerja, pastilah semua pekerja punya target. Kita sudah diwanti-wanti sejak awal untuk melaksanakan ini ini dan ini. Targetnya bisa tercapai semua. Nah yang bagus dari pengalaman ini adalah, target itu melampaui dari apa yang disusun di awal tahun. Pastilah hal ini berimbas pada 'bonus' bulanan...dan itu yang tidak pernah ku pikirkan sebelumnya. Bagiku hanya kerja kerja kerja (waduh....sudah terkontaminasi dengan kabinetnya Jokowi nee). Tapi bener, bagiku bisa bekerja semaksimal mungkin, ga ada kata g ada kerjaan....tidak mungkin itu.

Teringat lagi bagiku cerita dengan pak Olan (ada juga di blog ini kok), lagi-lagi itulah yang menjadi dasarku untuk terus memberi sumbangsih yang berarti bagi siapapun, negeri ini, perusahan ini, masyarakat ini. Mungkin agak klise ya...atau seperti mengawang-ngawang....tapi yakinlah setiap apa yang kita kerjakan apalagi dengan sungguh-sungguh akan memberi sumbangsih yang baik juga bagi orang lain. Kuncinya cuma satu, cintai pekerjaan itu, menyelamlah di dalamnya dan konsisten serta ikhlas dengan itu. Niscaya itu akan mendatangkan prestasi. Selamat berkarya di bidang masing-masing !

Habis dicecar Tugas Lagi.....semangat !!!


Kamis, April 24, 2014

A Right Man in A Right Place

Teringat mantan bos-ku beberapa tahun yang lalu pernah bertanya begini padaku :
"Punya tulisan gak untuk dikirim ke kompetisi penelitian ilmiah?"
"Tidak punya Pak." Jawabku.
"Kok g punya? Harus punya dong?"
"Aku tidak penulis tahun ini pak?"
"Lah...kamu itu kan penulis, peneliti harus bisa terus menulis !"
"Aku gak punya bahan pak?"
"Lho, asah otakmu, banyak membaca, seorang penulis harus selalu punya banyak ide !"

Aku hanya menlongo waktu itu, dalam hati berkata, apa iya aku bisa terus menulis, terus meneliti? Sementara otakku terasa buntu. Pekerjaan sebagai seorang peneliti membuatku hampir sampai pada titik jenuh.Apalagi harus meneliti sendiri seperti kata bosku? Rasanya jauh panggang dari api.

Terus terang aku hanya berharap penelitian besar yang dilakukan oleh kantorku. Dari situ maka baru tergeraklah aku menulis. Jika tidak ada itu mungkin aku juga akan stagnan. Hanya melihat, melihat dan tidak melakukan apa-apa.

Hingga pada satu masa dimana aku berpikir jika aku terus begini, maka aku tak akan bisa menghasilkan apa-apa. Bukankan seorang peneliti harus terus berinovasi, kreatif dan full imajinasi. Begitu banyak masalah yang harus dijawab dengan melakukan penelitian?

Ok baiklah. Saat itu ada semacam titik tolak aku mulai mengamati sekeliling. Aku mulai menemukan begitu banyak masalah yang perlu dijawab dengan penelitian. Begitu banyak harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan membuatku harus bisa merumuskan masalah dan kemudian menjawabnya. Sungguh aku mulai mengikuti ritme perilaku itu, mengamati, mendapatkan rumusan, menulisnya, menyusunnya, mengkodingnya dan akhirnya menghasilkan sebuah hasil penelitian. Mungkin pikirku waktu itu, itu hanya sesuatu yang sederhana yang kubuat. Tapi setelah hasil tulisan itu dimuat dibeberapa jurnal ilmiah yang juga terkoneksi secara online, aku banyak mendapatkan email dari orang-orang yang sama yang ingin melakukan penelitian yang mirip-pirip dengan apa yang sudah kulakukan. Mereka minta saran, diskusi atau sekedar menunjukkan konsep-konsep mereka.

Dari situ aku mulai merasa bahwa aku sudah larut dalam pekerjaan ini. Dan aku merasa berada pada suatu tempat yang sangat menyenangkan. Aku menikmatinya dengan sangat. Bagiku apa yang kulakukan ini paling tidak bisa menjadi bahan referensi bagi orang lain. Dan aku mulai merasa berguna bagi sesama. Benar juga kata mantan bos ku itu, bahwa aku harus terus- terus mengasah otak dan kemampuanku. Bahwa seorang peneiti tidak harus mentok. Tapi sebaliknya penuh perubahan penuh inovasi kreatif dan bla bla bla...

Tahun lalu, ketika aku mencoba mendata sudah berapa banyak tulisan hasi penelitian yang dibuat sepanjang tahun itu. Maka aku sendiri terkejut dibuatnya. Tidak percaya, karena telah menghasilkan 13 karya tulis itu sudah termasuk tesisku. Aku merasa diberika tantenta olehNya untuk berada dipekerjaan ini. Dan aku wajib mempertanggungjawabkannya kepadaNya.

Tahun ini, 4 bulan sudah berlalu, dan aku sudah menulis 8 KTI. Semuanya sudah dimuat di jurnal ilmiah dan aku tinggal tunggu dikirimi jurnalnya. Tuhan...terimakasih untuk kesempatan ini, terimakasih untuk talenta yang diberikan buatku. Biarkan aku tetap memiliki ini untuk memberi sumbangsih yang berharga buat dunia khususnya di bidang penelitian. Aku  merasa Tuhan telah  memilihku untuk ditempatkan pada tempat yang tepat. A Right Man in a Right Place. Thaks God !

Raching 25, ketika senja mulai turun...



Selasa, September 17, 2013

Omong Kosong !!

Dulu kamu bilang : "Katakan tidak untuk KORUPSI !!!"  Berkali-kali kamu katakan itu....Tapi nyatanya apa yang terjadi? Justru kamu orang  pertama yang melakukan itu....! Kamu orang pertama yang masuk penjara... Sedih !

Dulu kamu rajinnnnn banget turun ke jalan, sambil teriak : "Aku benci KORUPTOR !" Jalan-jalan kamu tutup dengan ban-ban yang dibakar menggumpalkan asap-asap sambil kamu menyanyikan yel-yel : "Gantung para KORUPTOR !!!" Nyatanya??? Justru kamu yang paling sering nyontek kalau ujian di kampus, justru kamu juga yang "Nitip Absen" kalo kamu gak bisa masuk kuliah, tapi lebih milih turun ke jalan yang katanya 'menyuarakan hati nurani rakyat'. Miris !!!

Dulu dalam diskusi-diskusimu kamu sering bilang : "Kampret tuh parah KORUPTOR !! Mau jadi apa bangsa ini jika semua dipenuhi oleh perampok??" Berulang-ulang kamu katakan itu.....tapi nyatanya?? Justru kamu yang juga menyogok puluhan juta rupiah saat mau masuk kerja sebagai abdi negara. Ironi !!!

Dulu kamu bilang : "Rakyat sudah muak dikibuli dan dirampok oleh tikus-tikus jahanam !!!" Nyatanya??? justru kamu melakukan 'serangan fajar' menyuap rakyat dengan sembako 1 plastik dengan harapan kamu dipilih sebagai kades ? Capek !!!

Dulu kamu bilang : " Basmi KORUPSI di negeri ini!!!" Nyatanya??? kamu orang pertama yang melakukan pemalsuan kwitansi untuk sebuah perjalanan dinas di kantormu. Mhh....! 

Dan banyak sekali kata-katamu, kalimat-kalimatmu anti KORUPSI, seolah kamu ini malaikat utusan dari surga....nyatanya ??? Semua hanya OMONG KOSONG !!! Kamu  sama saja dengan yang lainnya. Mari mengoreksi hati. Supaya kita tidak termasuk "Maling teriak Maling".

@karampuang-siangpanas

Kumpulan Artikel

'........melihat, mengamati,merasakan, dan menuangkannya dalam tulisan.....'